Sabtu, 02 Januari 2010

Teka Teki Imam Ghozali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul
dengan murid-muridnya lalu beliau

bertanya (Teka Teki ) ;


Imam Ghazali = " Apakah yang paling

dekat dengan diri kita di dunia ini ?

Murid 1 = " Orang tua "

Murid 2 = " Guru "

Murid 3 = " Teman "

Murid 4 = " Kaum kerabat "

Imam Ghazali = " Semua jawapan itu

benar. Tetapi yang paling dekat dengan

kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah

bahawa setiap yang bernyawa pasti akan

mati ( Surah Ali-Imran ;185).


Imam Ghazali = " Apa yang paling jauh

dari kita di dunia ini ?"

Murid 1 = " Negeri Cina "

Murid 2 = " Bulan "

Murid 3 = " Matahari "

Murid 4 = " Bintang-bintang "

Iman Ghazali = " Semua jawaban itu

benar. Tetapi yang paling benar adalah

MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun

kenderaan kita, tetap kita tidak akan

dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh

sebab itu kita harus menjaga hari ini,

hari esok dan hari-hari yang akan

datang dengan perbuatan yang sesuai

dengan ajaran Agama".


Iman Ghazali = " Apa yang paling besar

didunia ini ?"

Murid 1 = " Gunung "

Murid 2 = " Matahari "

Murid 3 = " Bumi "

Imam Ghazali = " Semua jawaban itu

benar, tapi yang besar sekali adalah

HAWA NAFSU (Surah Al A’raf; 179). Maka

kita harus hati-hati dengan nafsu

kita, jangan sampai nafsu kita membawa

ke neraka."


IMAM GHAZALI" Apa yang paling berat

didunia? "

Murid 1 = " Baja "

Murid 2 = " Besi "

Murid 3 = " Gajah "

Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi

yang paling berat adalah MEMEGANG

AMANAH (Surah Al-Azab ; 72 ). Tumbuh-

tumbuhan, binatang, gunung, dan

malaikat semua tidak mampu ketika

Allah SWT meminta mereka menjadi

khalifah pemimpin) di dunia ini.

Tetapi manusia dengan sombongnya

berebut-rebut menyanggupi permintaan

Allah SWT sehingga banyak manusia

masuk ke neraka kerana gagal memegang

amanah."


Imam Ghazali = " Apa yang paling

ringan di dunia ini ?"

Murid 1 = " Kapas"

Murid 2 = " Angin "

Murid 3 = " Debu "

Murid 4 = " Daun-daun"

Imam Ghazali = " Semua jawaban kamu

itu benar, tapi yang paling ringan

sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN

SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau

urusan dunia, kita tinggalkan solat "


Imam Ghazali = " Apa yang paling tajam

sekali di dunia ini? "

Murid- Murid dengan serentak menjawab

= " Pedang "

Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang

paling tajam sekali didunia ini adalah

LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah,

manusia dengan mudahnya menyakiti hati

dan melukai perasaan saudaranya

sendiri "

Jumat, 01 Januari 2010

Keberadaan Manusia Melalui Suatu Proses


Allah menciptakan sesuatu secara bertahap, yaitu dengan melalui suatu proses yang berkesinambungan. Manusia misalnya, ia diciptakan tidak langsung dewasa. Tetapi melalui proses yang bermulai dari bentuk air, lalu menjadi janin, kemudian menjadi bayi, lalu menjadi anak-anak, dan akhirnya menjadi dewasa. Demikian juga dengan tanaman. Dimulai dari biji, kemudian timbul tunas, batang, daun dan seterusnya, sampai akhirnya berbunga atau berbuah.

Yang perlu Nanda sadari dari fenomena ini ialah, baik atau buruknya kualitas manusia atau pun tumbuhan setelah dewasa nanti, sangat ditentukan oleh proses pemeliharaan atau bekal yang diterimanya dari sejak dini. Kualitas manusia di dunia, ditentukan sejak mulai berada dalam perut ibunya. Si calon ibu ini memakan makanan yang bergizi agar kelak bayinya sehat. Kemudian bayi ini diberinya makanan yang baik, serta dilindungi keamanannya supaya menjadi anak yang sehat. Selanjutnya, anak ini dilengkapi dengan gizi dan bekal pendidikan yang cukup, di sekolahkan yang tinggi, sehingga pada akhirnya ia menjadi orang.

Tumbuhan pun demikian. Pemeliharaannya dari sejak kecil -diberi pupuk, disiram, disiangi, dilindungi dengan anti hama akan menentukan kualitas tumbuhan itu pada saat ia berbunga atau berbuah.

Demikian pulalah kiranya Allah menjadikan eksistensi manusia di akhirat.

Kualitas manusia di akhirat nanti, akan ditentukan setelah ia melalui proses ujian demi ujian terhadap ketaatannya pada Allah selama hidupnya di dunia. Sehingga dengan demikian, kualitas kalian di akhirat nanti, tergantung pada keberhasilan Nanda sendiri dalam mengatasi ujian-ujian yang dihadapi, apakah mampu selalu taat mengikuti perintah-perintah-Nya, atau membangkang sebagaimana yang dilakukan iblis ketika diperintahkan sujud kepada Adam.

Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan. (An-Nisaa’: 13, 14)